Senin, 22 Mei 2017

Dari Keikutsertaan Irianto Bersama Para Gubernur Pada Acara Pembaretan di Natuna - Tumbuhkan Kebersamaan Bangga Bersama TNI di Medan Perang


LATIHAN PERANG : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie didampingi Danbrigif 024/Bulungan Cakti Kolonel Inf Aditya Nindra Pasha, saat latihan menembak di Pulau Natuna.


KOMANDOKALTARA.COM - Natuna - Setelah seharian penuh melaksanakan simulasi latihan perang, hingga menginap di Kapal Republik Indonesia (KRI), Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie dan para gubernur lainnya se-Indonesia diberi kesempatan untuk bersama-sama Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyaksikan puncak kegiatan Latihan Gabungan (Latgab) Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) 2017 di Tanjung Datuk, Natuna Kepulauan Riau, Jumat (19/5)

Banyak hal yang didapat dari dua hari mengikuti kegiatan di Pulau Natuna. Irianto mengaku terkesan dan bangga bisa ikut bersama-sama para Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sedang melaksanakan tugas pokoknya. “Kesannya, kami bisa merasakan bagaimana kehidupan para tentara dalam melaksanakan tugas mereka. Kita juga bisa merasakan kondisi di lapangan, situasi pada saat pertempuran,” kata Irianto.

Hal lain yang diperoleh, lanjut Gubernur, adalah bisa merasakan bagaimana menjadi bagian TNI dalam melaksanakan tugasnya di medan perang. Termasuk mengetahui lebih dekat bagaimana kedisiplinan TNI, serta profesionalismenya, yang patut untuk dicontoh. “Kita tidur di KRI, kemudian melakukan simulasi perang jarak dekat. Di situ bisa kita rasakan bagaimana perjuangan tentara. Bagaimana kita menghadapi musuh. Di mana perlu sinkronisasi, koordinasi, dan pentingnya sistem intelijen,” ungkapnya.

Kebanggaan juga dirasakan oleh Gubernur, karena bisa ikut menyaksikan Latgab PPRC, bersama Presiden Jokowi dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. “Kami ikut bangga bisa menyaksikan pelaksanaan PPRC, sekaligus melihat kehebatan para Tentara Nasional Indonesia,” kata Irianto lagi.
Irianto mengatakan, kebanggan lain yang dirasa selama mengikuti latihan baik para gubernur maupun TNI menggunakan senjata buatan asli Indonesia. Salah satunya pistol yang digunakan, yang ternyata merupakan produk terbaru PT Pindad. “Pistol ini sudah diakui oleh dunia internasional, karena lima kali berturut-turut digunakan oleh Anggota TNI menjadi juara pertama menembak pistol se dunia. Kita bangga dengan TNI dan produk putra bangsa kita sendiri,” katanya.

“Dunia pun mengakuinya. Anggota TNI tidak kalah keandalan dan kemampuan profesionalnya, dengan tentara negara manapun di dunia, termasuk AS, Uni Eropa, Rusia maupun China,” lanjut Irianto.

Kegiatan silaturahmi para gubernur dengan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, yang dilanjut dengan menyaksikan Latgab PPRC dan kemudian ditutup dengan pembaretan, dinilai Irianto sangat bermanfaat. Tak hanya untuk keakraban, terutama lagi untuk menumbuhkan kembali kebersamaan di antara para kepala daerah.

“Hal utama yang dipetik dari kegiatan ini, adalah untuk mempererat silaturahmi para gubernur, maupun dengan para komandan satuan TNI di wilayah kita. Lainnya, kita bisa belajar lebih dalam soal kedisiplinan, serta bagaimana memupuk kebersamaan dan kekompakan saat situasi genting atau dalam medan peperangan,” imbuhnya. Untuk diketahui, selama kegiatan semua gubernur didampingi Komandan Korem (Danrem) masing-masing. Sementara Gubernur Kaltara didampingi Komandan Brigif 024/Bulungan Cakti (BC), Kolonel Inf Aditya Nindra Pasha.( an-sor )