Rabu, 17 Mei 2017

Pemprov pantau Penerapan HET Elpiji dan Gula


MONITORING : Pelaksanaan monitoring dan inspeksi harga kebutuhan pokok di sejumlah distributor dan Pasar Induk Kabupaten Bulungan, belum lama ini. 

KOMANDOKALTARA.COM - TANJUNG SELOR – Jelang Ramadan 1438 Hijriah/2017 Masehi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) didukung pihak terkait, seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kepolisian dan lainnya menggencarkan monitoring dan inspeksi ke pasar utama dan distributor kebutuhan pokok. Ini untuk mengetahui secara faktual harga kebutuhan pokok di pasaran, berikut kemungkinan pelonjakan yang terjadi.

Di ibukota Kaltara, Tanjung Selor, Pemprov dan tim terkait dari menyasar Pasar Induk Kabupaten Bulungan serta sejumlah distributor kebutuhan pokok, seperti beras, gula, minyak makan, Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau elpiji dan lainnya.

Dijelaskan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, H Badrun, selain memantau harga terkini kebutuhan pokok di pasaran, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok. “Tim juga memantau penerapan HET (Harga Eceran Tertinggi) pada 4 komoditi, di antaranya elpiji 3 kilogram yang HET-nya Rp 23 ribu per tabung,” kata H Badrun.

Penerapan HET elpiji 3 kilogram, sesuai dengan aturannya, pada tingkat agen ke pangkalan Rp 21 ribu per tabung, dan Rp 23 ribu dari pangkalan ke masyarakat. “Dari monitoring itu, diketahui bahwa ada pangkalan yang menjual diatas HET. Namun, kami belum bisa memberikan tindakan lebih jauh, hanya menegaskan bahwa HET elpiji 3 kilogram sudah ditetapkan,” papar H Badrun.

Kedepan, jika masih ada pangkalan atau pengecer yang menjual elpiji 3 kilogram diatas HET, maka akan diterapkan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Sanksi terberat, yakni pemberhentian hak bagi pangkalan untuk menjual elpiji 3 kilogram kepada masyarakat.

Tim monitoring Pemprov Kaltara juga memantau distribusi dan pemasaran gula. Dikatakan H Badrun, sesuai edaran Menteri Perdagangan, HET gula di Indonesia sebesar Rp 12.500 per kilogram. Namun, dari hasil monitoring, harga jual gula di pasaran mencapai Rp 15 ribu per kilogram. “Biaya bongkar muat dan biaya angkut gula hingga ke Tanjung Selor cukup mahal, dan ini berdampak langsung pada harga jual gula. Namun, kami menyiapkan solusi untuk mencapai HET gula itu, karena ini adalah imbauan Kementerian Perdagangan,” jelas H Badrun.

Untuk menekan harga gula hingga mencapai HET, rencananya Pemprov Kaltara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop-UMKM) akan bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menambah pasokan gula di ibukota Kaltara.(an-sor)