Kamis, 18 Mei 2017

Tenaga Kesehatan Kaltara Dituntut Inovatif - Pemprov Gelar Penilaian Nakes Teladan Tingkat Provinsi Kaltara 2017


TELADAN : Proses penilaian tenaga kesehatan teladan di Puskesmas tingkat Provinsi Kaltara 2017 di Hotel Pangeran Khar, Kamis (18/5).

KOMANDOKALTARA.COM - TANJUNG SELOR – Puluhan tenaga kesehatan dari 9 profesi berbeda se Kalimantan Utara (Kaltara) mengikuti Penilaian Tenaga Kesehatan Teladan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2017. Acara ini digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltara di Hotel Pangeran Khar sejak 17 hingga 19 Mei.

Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie mengapresiasi kegiatan ini. Sebab, menurutnya, untuk menjadi yang terdepan, Kaltara butuh berbagai inovasi di tiap bidang kehidupan agar pembangunan terlecut. “Di bidang kesehatan misalnya, berdasarkan informasi pihak Dinkes Kaltara, ternyata ada tenaga kesehatan kita yang memiliki inovasi yang kreatif, bahkan ada yang menulis buku terkait pelayanan kesehatan di profesinya dan berskala nasional,” kata Irianto.

Gubernur juga mengharapkan, kreativitas dan inovasi itu benar-benar orisinil sehingga menjadi bukti bahwa tenaga kesehatan di Kaltara mampu bersaing serta tak kalah kualitasnya dengan tenaga kesehatan lainnya di Indonesia.

Dari jalannya penilaian, dikabarkan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kaltara, H Arief Rakhman bahwa penilaian dilakukan terpisah sesuai profesi. Menggunakan tiga ruangan berbeda, para tenaga kesehatan teladan tingkat kabupaten dan kota se Kaltara itu, beradu inovasi dan kreasi di bidangnya masing-masing guna memperoleh kepercayaan mewakili Kaltara ke lomba serupa pada tingkat nasional tahun ini. “Tahun ini, penilaian tenaga kesehatan teladan tingkat provinsi digelar komplit untuk semua profesi. Mulai dari Dokter, Dokter Gigi, Perawat, Bidan, Analisis Laboratorium, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Gizi dan Farmasi,” kata H Arief.

Guna mendapatkan tenaga kesehatan teladan pada setiap profesi, penilaian dilakukan lewat beberapa metode. Di antaranya, presentasi inovasi, kemampuan public speaking dan lainnya. Selain itu, tim penilai yang terdiri dari perwakilan organisasi profesi, Dinkes Provinsi Kaltara dan lintas sektoral akan mengecek langsung profil tenaga kesehatan ke lokasi kerjanya. “Untuk menjadi teladan itu kan, berbeda dengan terbaik. Dari penilaiannya, banyak item perlu dipertimbangkan. Di antaranya, penilaian masyarakat, diri sendiri, dan teman sejawat,” papar Arief.

Dari jalannya penilaian-presentasi, terlihat tenaga kesehatan dari tiap kabupaten dan kota menampilkan beragam inovasi yang kreatif. Ada yang menawarkan inovasi untuk perbaikan sistem pelayanan kesehatan, dan lainnya.(an-sor)