Kamis, 08 Juni 2017

Baru 1 Daerah Terapkan Kartu Identitas Anak

KOMANDOKALTARA.COM - TANJUNG SELOR - Setelah Kabupaten Bulungan mendapatkan prioritas untuk penerapan Kartu Identitas Anak (KIA) dari Kementerian Dalam Negeri RI sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2016, tahun ini Kabupaten Tana Tidung (KTT) mendapatkan prioritas tersebut.

Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Sumaji mengatakan, dari 50 kabupaten/kota di Indonesia, Bulungan menjadi salah satu daerah yang memenuhi syarat untuk menerapkan KIA.

"Ditetapkan oleh pemerintah pusat, kriterianya setiap tahun diambil cakupan akta kelahiran tertinggi di setiap provinsi. Nah tahun 2016 kemarin yang tertinggi itu Bulungan dan sudah berjalan sampai sekarang dan tahun ini Tana Tidung yang ditunjuk. Untuk tahun 2018 bisa saja nanti bersamaan di tiga daerah di Kaltara yang belum melaksanakan," katanya di Kantor Disdukcapil Kaltara Jalan Durian, Senin (5/6).

Sumaji menjelaskan, berdasarkan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 tentang KIA, kartu itu diberikan kepada anak yang berusia 0 tahun sampai kurang dari 5 tahun, bersamaan dengan penerbitan kutipan akta kelahiran. Kemudian, anak usia 5 tahun hingga 17 tahun kurang satu hari, dan bagi anak Warga Negara Indoneisa (WNI) yang baru datang dari luar negeri.

Penerapan kebijakan KIA tentunya akan memberikan banyak manfaat tidak hanya sekedar kartu identitas, maupun sebagai syarat-syarat administrasi seperti untuk pembuatan tabungan. Salah satu manfaat dari terbitnya KIA akan sangat berpeluang dalam perlindungan anak dari tindak kekerasan.
KIA sebagai perwujudan kehadiran negara dalam kualitas pelayanan publik. Selain sebagai pengenal, KIA juga dapat menjadikan anak bisa mengakses pelayanan publik secara mandiri.

"Harapannya semua anak bisa terdata dan memiliki KIA sehingga tingkat kemandirian anak sudah ada. Selama ini kan, anak-anak memakai kartu pelajar, atau kartu mahasiswa, ini adalah bentuk perlindungan masyarakatnya untuk usia 17 tahun kebawah. Fungsinya sama dengan KTP, hanya KIA tidak memakai sidik jari dan chip," jelasnya.

Pemberlakuan KIA dibagi dua jenis yaitu KIA umur anak antara 0-5 tahun (tanpa foto) dan bagi umur 5-17 tahun kurang satu hari dengan menggunakan foto. "Penerbitan KIA ini menjadi tanggung jawab pemerintah dan diberikan gratis kepada masyarakat dan bentuk perlindungan negara kepada seluruh warganya," ujarnya.

Syarat pembuatan KIA adalah fotocopy dan asli kutipan akta kelahiran, Kartu Keluarga asli orang tua/wali, E-KTP asli kedua orang tuanya/wali, dan pas foto anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak dua lembar bagi usia lima tahun keatas. ( Humas / Yanie )