Rabu, 21 Juni 2017

Fokus Program Prioritas, Pemenuhan Listrik Diutamakan

Humas Provinsi Kaltara


KOMANDOKALTARA.Com - TANJUNG SELOR – Untuk kesekian kalinya, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menegaskan kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov), agar dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara lebih fokus. Salah satunya, mengenai pengembangan infrastruktur. 

Hal tersebut, kata Irianto, sejalan dengan program pemerintah yang menginstruksikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sebagai sarana pendukung pembangunan. “Kita harus fokus pada program prioritas saja. Jangan terlalu banyak. Ada lima program yang menjadi prioritas kita, yaitu pemenuhan energi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan pertanian,” ujar Gubernur saat memimpin rapat staf di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Gubernur mengatakan, perencanaan pembangunan seperti yang disebutkan presiden, tidak mesti harus dibagi rata kepada semua OPD. “Sudah pernah menyampaikan itu (memfokuskan pada beberapa program prioritas). Hal ini agar program yang kita laksanakan bisa lebih fokus dalam satu tahun, dua tahun atau empat tahun ke depan sampai tuntas,” jelasnya.

Di Kaltara, menurut Irianto, sudah diarahkan pada beberapa prioritas saja. Namun penentuan programnya bukan hanya pemerintah daerah, namun juga ada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang berkewenangan mengusulkan program. 

“Sebagai daerah yang baru, fokus utama Kaltara adalah pemenuhan energi dan infrastruktur. Kenapa energi? Dengan energi yang memadahi, investasi akan masuk, dan secara otomatis perekonomian bakal meningkat,” jelas Irianto.

Salah satu di antaranya yang saat ini tengah diperjuangkan realisasinya adalah pembangunan sektor energi berbasis konservasi. Yaitu melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). 
Irianto menyebut, energi listrik sangat vital. Sebab, ketersediaan listrik yang memadai, disamping kebutuhan masyarakat terpenuhi, juga untuk mendukung investasi di Kaltara. 

“Kita akan fokus untuk penyelesaian pembangunan PLTA di Sungai Kayan. Di mana pada tahap pertama akan menghasilkan 900 Megawatt (MW). Jika ini berhasil, PLTA di Kaltara akan menjadi yang terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara,” ujar Irianto.

Selain PLTA Sungai Kayan, bekerjasama dengan investor, juga akan dibangun PLTA di Sungai Mentarang, Malinau dengan kapasitas 300 MW. “Jika listriknya ada, investasi akan mudah. Karena semua membutuhkan listrik,” urainya.

Gubernur menyebutkan, belum lama ini pihaknya telah melakukan beberapa Memorandum of Understanding (MoU) dengan investor. Salah satunya dengan PT Indonesia Asahan Alumunium atau PT Inalum (Persero) yang akan membangun industri smelter alumina di Kaltara. 

“Semua ini kita lakukan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Irianto, seraya menyebutkan, semua program ini perlu ada dukungan dari masyarakat.(Humas / Yanie)