Senin, 19 Juni 2017

Peresmian MMC Jadi Momen Bersejarah

Humas 
MOMEN BERSEJARAH : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menyambut kedatangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk meresmikan MMC di Mako Lantamal Tarakan, Senin (19/6).


KOMANDOKALTARA.COM  - TARAKAN – Senin (19/6) menjadi momen bersejarah yang mungkin tak akan dilupakan bagi Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Hari itu, menteri pertahanan dari tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Filipina beserta tiga panglima tentaranya hadir bersama-sama di Bumi Paguntaka--sebutan Tarakan. Ketiga negara melakukan kerjasama dalam hal pertahanan dan keamanan di perbatasan antara tiga negara ini.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie yang hadir saat peresmian Maritime Command Center (MCC) di Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) Tarakan mengatakan, kerja sama antara tiga negara yang kemarin diresmikan sebenarnya sudah sejak lama direncanakan. Bahkan dirinya beberapa kali diundang ke Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk membicarakan masalah perbatasan. 

“Kita patut bersyukur, kegiatan ini dipusatkan di Kaltara karena disini dipusatkan, utamanya Tarakan. Ini menjadi sebuah momen bersejarah, dan perlu diketahui juga, terpilihnya Tarakan sebagai tempat launching ini bukan serta merta, namun melalui proses,” kata Gubernur. 

Tidak dipungkiri, salah satu alasan terpilihnya Tarakan, karena komunikasi dan koordinasi yang intens dilakukan dengan pihak kementerian. Disamping memang alasan kondisi geografis Kaltara yang berada di posisi strategis perbatasan antara ketiga negara. Ditambah dengan kondisi keamanan di perbatasan antara ketiga negara ini, yang belakangan kurang aman, terutama di Filipina. Yaitu adanya gerakan kelompok teroris dan radikalisme.

Irianto mengatakan, tak hanya menjadi momen bersejarah, melalui kerja sama ini juga untuk meyakinkan bahwa daerah Kaltara dijamin aman. “Wilayah perbatasan kita aman. Pihak-pihak yang akan mengganggu keamanan akan berpikir ulang. Karena di sini menjadi pusat pengamanan yang melibatkan tiga negara. Dampaknya tentu bisa ke ekonomi, juga pariwisata. Investor akan senang kalau daerah yang akan dijadikan tempat investasi aman,” ujar Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Irianto menjelaskan, pemerintah daerah sangat mendukung segala kegiatan uuntuk pengamanan di perbatasan. Termasuk membantu menyediakan fasilitas sesuai dengan kemampuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. “Kami sangat mendukung. Apalagi ini adalah untuk kepentingan negara, dan tentunya untuk Kaltara juga,” jelasnya.

Sementara itu, Senin (19/6), Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu bersama Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Hishammudin Tun Hussein dan Menteri Pertahanan Filipina Delvin N Loremzana meresmikan kegiatan Trilateral Maritime Patrol Indonesia-Malaysia-Philipines (TMP Indomalphi) atau patroli maritim terkoordinasi trilateral.

Peresmian dilakukan di atas Kapal TNI Angkatan Laut KRI Suharso-990, di wilayah perairan Tarakan, yang ditandai dengan penekanan tombol oleh ketiga menteri dengan disaksikan oleh panglima angkatan bersenjata ketiga negara.

Kegiatan TMP Indomalphi digagas dan dilaksanakan oleh Indonesia, Malaysia dan Filipina dalam rangka menghadapi tantangan keamanan terkait dengan perairan perbatasan ketiga negara saat ini.
Menhan RI Ryamizard Ryacudu mengungkapkan, TMP Indomalphi merupakan langkah kongkrit yang dilakukan ketiga negara, namun tetap dalam semangat dan sentralitas The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), dalam menjaga stabilitas di kawasan perbatasan, dan menghadapi ancaman nyata non tradisional. 

Seperti perampokan, penculikan, terorisme dan kejahatan lintas negara lainnya. Terutama di perariran atau kawasan maritim. “Ketiga negara juga memandang penting kerja sama trilateral ini. Yang diimplementasikan dalam bentuk kerjasama praktis di lapangan secara terkoordinasi. Yaitu dalam bentuk patrol maritime, yang nantinya juga melibatkan unsur udara dan darat,” kata Ryamizard.

Sebelum dilakukan peluncuran TMP Indomalphi, pagi kemarin terlebih dahulu dilaksanakan peresmian secara simbolis MMC. MMC sendiri didirikan sebagai pendukung pelaksanaan TMP Indomalphi. Dalam kegiatan ini dibangun tiga MMC. Yaitu MMC Indonesia di Tarakan, MMC Malaysia di Tawau dan MMC Filipina di Bongao.

Peresmian MMC di Tarakan yang disebut-sebut Gubernur sebagai momen bersejarah kemarin, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh tiga panglima angkatan bersenjata. Yaitu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jenderal Tan Sri Dato’ Sri Raja Muhamed Affandi bin Raja Mohamed Noor dan Chief of Staff, Armed Force of The Philippiner General Eduardo M Ano AFP. 

Selain disaksikan oleh menteri pertahanan dari ketiga negara. Turut hadir juga dalam acara kemarin, Menteri Senior Dr Maliki bin Osman atas nama Menteri Pertahanan Singapura dan Wakil Menteri Pertahanan Brunei Darussalam FADM (Ret) Dato Seri Abdul Aziz bin Haji Moh Tamit.(Humas / Yanie)