Sabtu, 17 Juni 2017

Rahasia Cinta Dalam Keharmonisan Rumah Tangga

Lubang sewu  - sudarno

KOMANDOKALTARA.COM - Pada Suatu hari seorang yang baru pulang dari pasar melihat ada tiga orang berjanggut berdiri di depan rumahnya, Ketiga Pria itu terlihat letih dan lapar, ibu itu mengajak mereka masuk untuk makan,tapi mereka bertanya, "

Apakah suami ibu sudah pulang ?
Belum" jawab ibu itu..!
Kalau bengitu kami tidak masuk."

Ketika suaminya pulang, ibu itu menceritakan  tentang ketiga orang tersebut, dan suaminya menyuruhnya mengajak ketiga orang itu untuk masuk ke dalam rumah.

Ketika ibu itu menyuruhnya masuk salah seorang yang berjanggut itu berkata," Yang ini bernama kekayaan, yang itu kesuksesan dan saya adalah cinta.kamu harus memilih salah satu dari kami untuk masuk kedalam rumahmu, kami tidak bisa masuk bersamaan." kata cinta

Ibu itu masuk ke dalam rumah dan menceritakan apa yang dikatakan orang berjanggut itu, suaminya berkata," suruh kekayaan masuk saya ingin rumah ini penuh dengan kekayaan.

Tapi ibu itu berkata," lebih baik kesuksesan yang masuk biar semua pekerjaan kita selalu penuh dengan kesuksesan," Anak-anak mereka berkata," alangkah baiknya bila cinta yang masuk agar rumah ini penug dengan cinta." kata anak-anaknya.

Akhirnya semua setuju untuk mengajak cinta masuk, dan ibu itu kembali kedepan dan berkata, " yang bernama cinta silahkan masuk." Ketika orang yang bernama cinta berjalan masuk kedua orang yang berjanggut lainnya ikut masuk."

Si ibu heran dan berkata," Kami hanya mengundang cinta kenapa kalian ikut masuk ? Orang itu berkata," Kalau ibu memilih kekayaan atau kesuksesan kami hanya bisa berjalan sendiri-sendiri," tapi karena ibu memilih cinta maka kami berdua akan selalu mengikutinya kemanapun dia berjalan." Kata Kekayaan.

Sebenarnya kami berdua ini buta bu," hanya cinta yang bisa melihat dan menuntun kami kemanapun dan sampai kapan pun juga ."ujar Kesuksesan.

Jalani hidup dengan cinta," Dan bersyukurlah karena kita masih berada diantara orang-orang yang mencintai," bukan berada diantara orang-orang yang di butakan oleh kekayaan dan kesuksesan duniawi." (ansor)