Kamis, 08 Juni 2017

Safari Investasi: Gerak Cepat Membangun Provinsi Kaltara (1)

Humas Provinsi Kaltara

KOMANDOKALTARA.COM - SAFARI INVESTASI : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie menandantangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Honghua Grup, salah satu perusahaan asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT), di Menara Jamsostek, Jakarta, Senin (5/6) lalu.

Siapa bergerak lamban, pasti kalah dan tak berdaya saing. Demikian filosofi yang ditanamkan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie untuk merangkul para pemilik modal guna berinvestasi di provinsi ke-34 di Indonesia ini.

Selama dua hari sejak Senin (5/6) hingga Selasa (6/6), Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie beserta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan “Safari Investasi” di Jakarta dan Sumatera Utara (Sumut). Pada Senin (5/6), Gubernur menemui perwakilan Honghua Group, investor asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang berminat membangun kilang penyulingan minyak (Refinery) mini di Kaltara.

Berlokasi di ruang pertemuan lantai 10 Gedung Jamsostek Menara Selatan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, sebagai tindak lanjut dari pernyataan minat investasi bidang perminyakan lepas pantai (offshore) di Kaltara, Gubernur dan Chairman and CEO Honghua Group Zhang Cong pun menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pembangunan mini refinery berkapasitas 20 ribu Barrel Oil per Day (BOPD). Penandatanganan itu turut disaksikan Presiden Direktur (Presdir) PT Indidaya Kindo Energi Bun Sentoso.

“MoU ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh Honghua Group dalam waktu tidak terlalu lama dalam bentuk kegiatan yang nyata. Maksimal, dalam 1 tahun harus ada bukti keseriusan Honghua Group. Bila ada respons positif, maka akan berlanjut pada agreement dan pelaksanaan konstruksi,” papar Irianto.

Selain mensyaratkan kegiatan yang konkret dari MoU itu dalam waktu setahun, Gubernur juga berkeinginan agar ada pembicaraan lebih detail mengenai rencana investasi Honghua Group tersebut.

“Saat memasuki tahapan konstruksi, diharapkan dapat dilakukan dengan cepat dan terbuka kepada Pemprov Kaltara dalam penyampaian progress kegiatan yang dilakukan. Sebelum itu, akan ada kesepakatan lain yang diperlukan sehingga perlu berdiskusi lebih jauh mengenai investasi ini,” ujarnya.

Irianto pun meyakinkan adanya percepatan pelayanan perizinan sesuai kewenangan yang dimiliki. “Pemprov Kaltara mengarahkan Honghua Group untuk melakukan registrasi perizinan melalui aplikasi pelayanan perizinan online yang sudah ada. Mereka juga harus melengkapi administrasi yang diperlukan, dan terlebih dulu mengajukan serta menuntaskan urusan perizinan di BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal),” ungkap Irianto.

Memfasilitasi Honghua Group menuntaskan rentetan urusan birokrasi serta mensolusikan setiap masalah yang dihadapi, Gubernur memerintahkan kepada sejumlah pimpinan OPD untuk menjadi fasilitator.

“Intinya, Kaltara sangat mendukung investasi yang diminati Honghua Group. Dan, untuk permasalahan urusan perizinan di Indonesia, Pemprov siap membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang ada,”ucapnya.

Disadari pula oleh Gubernur akan ada kekhawatiran dari investor terkait perubahan kebijakan yang dapat menghalangi kelancaran investasi. “Resiko poltik terhadap peluang bisnis pasti ada. Namun, sebagaimana semangat Pemerintah Indonesia saat ini terhadap investasi yang masuk, kebijakan bisnis yang sudah diterapkan pun dilindungi undang-undang. Sehingga walaupun pemimpin berganti, kebijakan tetap berlaku,” ulas Gubernur.

Memenuhi tuntutan pihak itu, Honghua Group pun bergegas melakukan kegiatan yang riil. Di antaranya, site visit ke rencana lokasi investasi, dan dilanjutkan dengan menurunkan tim teknis untuk mendesain kilang penyulingan minyak mini offshore di Kaltara.

“Selain membangun refinery mini, kami juga menawarkan kerjasama kepada Pemprov Kaltara industri konversi gas ke LNG (Liquefied Natural Gas) dan Floating Power Plants. Namun, untuk saat ini kami fokus memenuhi harapan Gubernur terhadap pembangunan refinery,” kata Zhang Cong, Chairman and CEO Honghua Group.( Humas / Yanie/bersambung )