Jumat, 09 Juni 2017

Safari Investasi: Gerak Cepat Membangun Provinsi Kaltara (2)

KOMANDOKALTARA.COM - SAFARI INVESTASI : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie, bersama rombongan saat akan mengunjungi sumber tenaga listrik bagi PT Inalum untuk memproduksi alumina.

Setelah melakukan Memorandum of Understanding
(MoU) dengan perusahaan asal Tiongkok atau China, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie melanjutkan perjalanan ‘safari investasi’ ke Parapat, Sumatera Utara. Di sini Gubernur kembali melakukan penandatanganan MoU dengan PT Indonesia Asahan Aluminium atau PT Inalum (Persero).

Sebelum menandatangani MoU dengan PT Inalum (Persero), Gubernur yang tiba di Bandar Udara (Bandara) Silangit, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut) bersama rombongan pada Selasa (6/6) siang, berkesempatan mengunjungi sumber tenaga listrik bagi PT Inalum untuk memproduksi alumina. Yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan II yang dikelola PT Inalum.

Selain itu, gubernur juga berkesempatan meninjau dua bendungan yang menggerakkan turbin PLTA tersebut. Yaitu Bendungan Tangga dan Bendungan Sigura-gura.

PLTA Asahan II yang dikenal dengan PLTA Tangga dan PLTA Sigura-gura tersebut, berada di site PT Inalum wilayah Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumut.

Pada kunjungan tersebut, Gubernur didamping Asisten II Syaiful Herman, kepala Biro Pembangunan Risdianto, kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan  Ruang dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Suheriyatna, kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) RDM Johan Johor Mulyadi, pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ferdy Manurung Tandulangi, dan lainnya.

Tinjauan stasiun pembangkit PT Inalum diawali dengan melihat dari dekat ruang master controll. Dilanjutkan mengunjungi ruang turbin PLTA yang berada di bawah tanah. Disini ada dua akses yang dapat dilalui menuju turbin, yakni dengan lift (kedalaman sekitar 200 meter) serta melalui terowongan dengan panjang total sekitar 900 meter. Terowongan ini biasa disebut “Terowongan Underground”.

“PT Inalum mampu memproduksi 1,2 juta ton alumina per tahun. Untuk kegiatan produksi ini dibutuhkan daya sekitar 600 Megawatt (MW). Namun, kini kami tengah berupaya meningkatkan produksi alumina hingga menjadi 1,8 juta ton per tahun. Untuk itu, dibutuhkan tambahan energi listrik sekitar 200 MW,” terang Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Inalum Carry EF Mumbunan yang turut mendampingi gubernur bersama rombongan.

Melengkapi keterangan Carry, Direktur Keuangan PT Inalum Oggy Ahmad Kosasih menyebutkan, bahwa debit air kedua bendungan tersebut mengandalkan keberadaan Danau Toba. “Kami menggunakan teknologi PLTA yang lebih ekonomis, mengandalkan teknologi turbin model perancis,” tutur Oggy. PLTA Asahan II sendiri, total memproduksi listrik sebesar 603 Mega Watt (MW).

Melihat kondisi PLTA Asahan, gubernur bertambah optimis pembangunan PLTA di Sungai Kayan, Peso dan beberapa sungai lainnya di Kaltara akan dapat terwujud. Bahkan diyakini bisa menghasilkan daya listrik lebih besar lagi.

Utamanya PLTA Kayan, yang nantinya akan menjadi penopang kebutuhan listrik untuk kawasan industri Tanah Kuning yang juga merupakan calon lokasi industri smelter oleh PT Inalum. “Fungsinya serupa. Hanya kemungkinan PLTA Peso akan lebih besar lagi daya yang dihasilkan. Untuk tahap I ditargetkan menhasilkan 900 MW,” kata Irianto singkat. ( Humas / Yani / bersambung)