Selasa, 25 Juli 2017

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana membangun 4 bandara baru di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)

KOMANDOKALTARA.COM - Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana membangun 4 bandara baru di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Bandara tersebut dilakukan untuk meningkatkan konektivitas di wilayah terdepan Indonesia dengan Malaysia tersebut.

Saya ketemu Gubernur Kaltara, amanat Pak Presiden wajib dorong bantu dan promosikan daerah-daerah terpinggir dan terluar, Kemenhub sendiri komitmen bangun beberapa bandara dan pelabuhan," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di kantornya, Jakarta, Senin (24/7/2017).

Menurut Budi Karya, empat bandara baru tersebut yakni Bandara Long Layu, Long Apun, Malinau, dan Long Bawang, kita bisa bayangkan daerah Kaltara hanya bisa dijangkau dengan pesawat udara, makanya jadi keharusan kita bangun paling tidak ada 4 bandara. Kita akan fokus ke 2 Bandara terlebih dahulu yaitu,Long Bawang, Long Layu yang akan kita dahulukan pembangunannya, sama di tengah Malinau. Dengan kapasitas tertentu diharapkan pesawat bisa intensif ke sana.

Selain 4 bandar udara baru, lanjut dia, Kemenhub juga akan melakukan pengembangan 3 bandara yang sudah ada yakni Bandara Tanjung Selor, Bandara Nunukan, dan Bandara Tarakan. Serta 1 pelabuhan baru yakni di Tanjung Selor,” ujar Budi

Tanjung Selor, Nunukan, juga ada di Tarakan. Bandara-bandara intensif kita lakukan dan sepakat bangun pelabuhan di Tanjung Selor. Harapannya dengan komitmen pemerintah bangun sarana prasarana tersebut, membuat yakin para investor datang ke Kaltara," ucap Budi.

Rencana pembangunan ke 4 bandara baru dan pengembangan bandara lama tersebut akan menggunakan dana mulai APBN tahun depan, dengan alokasi sekitar Rp 1 triliun untuk 3 tahun multiyears.

Kalau seluruhnya mungkin kurang lebih Rp 1 triliun spending dalam 3 tahun. Tarakan jadi (bandara) internasional, sekarang (runway) 2.250 meter jadi 2500 meter, kita akan kerjasamakan dengan AP I. kalau Long Bawang, Long Apung, Malinau itu bandara menengah, yang panjangnya 1.600 meter. Tapi itu harus dikerjakan dengan baik, untuk masuk (pesawat) ATR 72," tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, mengatakan pembangunan infrastruktur perhubungan tersebut diharapkan bisa menarik lebih banyak investasi ke daerahnya, kaltara ini sebagai provinsi baru, wilayahnya sangat luas, penduduknya masih sedikit tapi potensinya besar untuk investasi, dan didukung sumber daya alam yang banyak," ungkap Irianto.

Sangat prospektif (investasi). Kita punya batubara, emas, migas, sungai yang banyak untuk listrik. Dan selama ini dengan PUPR dan Kemenhub beri dukungan besar baik dari anggaran maupun kebijakan, untuk bangun Kaltara sebagai wilayah perbatasan yang panjangnya 1.038 km dengan Malaysia," katanya lagi. (idr/dna.detik.com)