Rabu, 18 Oktober 2017

Road Show Akhir Pekan Gubernur (2)

Humas Provinsi Kaltara
KOMANDOKALTARA.COM - YAKINKAN KEIN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie kala menghadiri audiensi dengan KEIN, Jumat (14/10) pekan lalu.


Setelah bertemu dengan Daewoo Group, salah satu perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie beserta jajaran terkait, pada Jumat (14/10) lalu kembali mengagendakan pertemuan dengan Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN). 

Muhammad Nor Gusti, Humas
USAI Salat Jumat, Irianto beserta rombongan bergegas keluar dari masjid, untuk kemudian menuju ke Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. Tujuan dari pertemuan itu adalah meyakinkan KEIN terkait pembangunan yang ada di Kaltara.

Tepat pukul 13.35 WIB, di Kantor Kemenko Perekonomian, tampak terlihat Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara H Syaiful Herman dan Kepala Biro Pembangunan Setprov Kaltara Risdianto, menyambut kedatangan Gubernur sembari menunjukkan ruangan yang akan digunakan untuk pertemuan dengan KEIN.

Tak lama menunggu, Ketua KEIN Soetrisno Bachir beserta jajaran pengurus masuk ke dalam ruangan dan langsung memulai agenda audiensi yang telah dijadwalkan. Dalam audiensi tersebut, Irianto diminta Ketua KEIN untuk memaparkan sejumlah potensi yang dimiliki oleh provinsi termuda di Indonesia ini. 

Mengawali paparannya, Gubernur mengatakan, ada 11 prioritas program pembangunan yang masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan telah disampaikan ke Presiden. Namun yang menjadi perhatiannya adalah pembangunan energi listrik. “Kaltara mempunyai sungai-sungai yang sangat bagus untuk energi listrik, namun berabad–abad tidak pernah dimanfaatkan. Sementara di negara lain, sungai dimanfaatkan jadi tempat wisata dan sumber energi listrik,” kata Irianto yang mengenakan kemeja putih.

Dengan listrik yang memadai, Irianto optimistis sektor pembangunan dan ekonomi baru akan bergerak selaras di Kaltara. Sebab, listrik merupakan faktor utama pembangkit utama daya saing. “Kenapa dimulai dari listrik, karena dari listrik kita bisa membangun apa saja. Potensi ini memang mahal tapi sudah banyak investor yang berminat. Tinggal bagaimana kita memberi kemudahan bagi investor,” jelas Irianto.

Dari hasil kajian yang dilakukan, sungai di Kaltara jika dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) bisa menghasilkan 15 ribu hingga 20 ribu Megawatt (MW). Terkait Kawasan Industri Dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Mangkupadi-Tanah Kuning, Irianto juga memastikan sudah banyak investor yang berminat untuk membangun beragam industri di sana. “KIPI sudah masuk studi kelayakan dan studi perencanaan. Termasuk rencana pembangunan Jembatan Bulan (Bulungan-Tarakan) yang menghubungkan Pulau Tarakan dengan daratan Kalimantan. Ini supaya mengingatkan bahwa Indonesia tidak hanya Jawa,” ungkap pria yang sudah 35 tahun di birokrasi ini.

Gubernur juga melaporkan ke KEIN bahwa program KIPI telah masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. “Kami berharap dukungan KEIN untuk mempercepat realisasi Perpres tersebut. Kami tidak perlu perhatian khusus, tapi sebagai anak bungsu kami butuh diperhatikan khusus,” kata Irianto.

Namun demikian, Irianto tetap optimistis karena dirinya tetap akan membangun komunikasi dengan sejumlah anggota DPR yang ia kenal. “Baik secara individu maupun secara komisi. Ini marathon yang panjang selama lima tahun masa jabatan saya,” tuturnya bernada optimis.

Selain itu, Gubernur juga mengkhawatirkan, ketika terjadi pergantian pimpinan di pemerintahan maka akan terjadi perubahan arah kebijakan pembangunan nasional. “Struktur ekonomi kita masih sangat dipengaruhi kepentingan geopolitik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KEIN Soetrisno Bachir memastikan akan memberikan dukungan politik secara penuh kepada Kaltara. Sebab, secara teknis Kaltara sudah sangat siap. “Kebetulan di KEIN, bukan hanya para pelaku usaha saja, tapi juga ada keterlibatan politik. Pokja (Kelompok Kerja) KEIN akan membuat analisa dan kajian kepada Presiden. Saya juga menugaskan Pokja, setelah dari Sumut (Sumatera Utara) akan melakukan kajian untuk Kaltara,” ulasnya seraya mengatakan, jika ada investor dari luar negeri, pihaknya siap untuk mengantarkan investor ke Kaltara.

Selain itu, Soetrisno juga memuji langkah-langkah yang dilakukan oleh Gubernur. Menurutnya, sangat jarang ada kepala daerah yang paham dengan kondisi daerahnya. “Kaltara harus bangga punya Gubernur yang tidak kalah berargumen dengan orang-orang pusat seperti Pak Irianto, bahkan menguasai persoalan dalam membangun suatu provinsi,” bangga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2005 hingga 2010 ini.

Dengan arah pembangunan yang jelas, KEIN yakin 11 program utama Kaltara saat ini, terutama kawasan industri terpadu di Tanah Kuning akan terwujud. Oleh sebab itu, KEIN akan mendorong langsung kepada Presiden. “Sebagai Ketua KEIN, saya akan memberikan masukan ke Presiden, dan KEIN akan memberikan rekomendasi kepada Presiden untuk kelancaran proses pembangunan di Kaltara dapat melalui terobosan Presiden langsung. Sebab, biasanya kalau melalui menteri kan lama,” kata Soetrisno.

Tidak hanya kepada Presiden, untuk mendapatkan dukungan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tentu Kaltara harus didukung kebijakan-kebijakan politik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun, KEIN menyadari dengan jumlah anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltara yang hanya 5 orang di DPR tentu akan terbatas untuk mendapatkan anggaran yang banyak.(bersambung) (Humas / Yanie)