Rabu, 24 Januari 2018

Gerakan Bela Rakyat (GEBRAK) Kaltara Melaporkan 15 Porta Online Penyebar Informasi Yang Menuding Gubernur Kaltara


KOMANDOKALTARA.COM – TARAKAN – Gerakan Bela Rakyat (Gebrak) Kalimantan Utara (Kaltara) yang digawangi Steven Singgih, melaporkan 15 portal online yang menyebarkan informasi terkait demo di gedung KPK yang menuding Gubernur Kaltara menerima deposito Rp 5 Miliar untuk memuluskan izin tambang dan pertanian. Steven menyampaikan laporan secara resmi ke Mapolres Tarakan, Rabu (24/1/2018) pagi dengan melampirkan sejumlah bukti.

Selain 15 portal online, Steven juga melaporkan oknum yang ikut menyebarkan informasi tersebut melalui akun jejaring sosial, serta oknum yang terlibat dalam melakukan aksi di depan kantor anti rasuah.

“Laporan terkait pasal 318 ayat 10 pencemaran nama baik, kemudian UU ITE pasal 27 ayat 3, itu yang saya laporkan tadi,” kata Steven usai menyambangi Polres Tarakan, Rabu (24/1/2018).

Dalam menyebarkan informasi tidak benar itu, lanjut Steven, terlihat tendensius dan cenderung terstruktur dengan rapi. Ia menduga ada aktor intelektual yang menggerakkan secara masif untuk membuat fitnah yang dilancarkan kepada Gubernur Kaltara.

“Ini kesannya berita-berita ini massif, redaksi penulisannya sama semua dengan media yang berbeda, kan aneh ini. Pasti kan ada yang menyusun,” ujarnya.

Steven juga membeberkan, penyebaran informasi tidak benar terhadap Gubernur dikhawatirkan dapat mengganggu iklim investasi yang ada di Kaltara. Apalagi, menurut dia, Kaltara sedang giat melaksanakan pembangunan serta melobi beberapa investor.

Untuk diketahui, Rabu (17/1/2018) pekan lalu, aliansi masyarakat anti korupsi melaksanakan aksi di depan Gedung KPK. Kemudian, aksi tersebut dimuat di 15 portal online untuk disebar melalui akun jejaring sosial. (Atr)