Jumat, 05 Januari 2018

Heboh!!! Kantor KPU Diserang Masa Karena Merasa Dicurangi

Dok. Simulasi pengamanan tahapan Pilkada Tarakan di Taman Berkampung Kamp.4. (05/01).


KOMANDOKALTARA.COM - TARAKAN – Simulasi dalam rangka Apel Gelar Pasukan yang dilakukan di Taman Berkampung tadi pagi (5/1) sekira pukul 07.30 wita, berjalan dengan lancar. Dalam Simulasi tersebut merupakan bagian dari tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tarakan yang dimulai pada 8-10 Januari, yaitu pendaftaran pasangan calon. Hal ini dilaksanakan untuk mengantisipasi adanya keributan atau konflik.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit mengatakan, Simulasi tersebut dilakukan merupakan peragaan dalam mengantisipasi keributan dalam Pilkada mendatang. “Jadi simulasi ini untuk mencegah kerawanan dalam tahapan Pilkada. Mulai dari pendaftaran hingga masa-masa kampanye berlangsung,” jelasnya.

Lanjut Supit, dalam tahapan pilkada tersebut terbilang cukup rawan dengan tindak pidana. Seperti, serangan fajar, kotak suara disabotase atau dicuri, dan pada saat pencoblosan juga sangat rawan. “Maka dari itu, kita akan melakukan pencegahan. Banyak yang rawan dalam Pilkada tersebut, Simulasi ini juga bertujuan, agar petugas kemanan bisa melakukan penjagaan dengan ketat sehingga tidak ada kecurangan yang terjadi,” lanjutnya.

Dalam Simulasi tersebut juga. yang berawal, Puluhan masa dari salah satu pendukung pasangan calon Walikota dan wakil walikota Tarakan menyerang kantor KPU Tarakan. Dalam penyerangan tersebut, Puluhan kandidat tidak menerima keputusan KPU dikarenakan adanya kecurangan dari pihak KPU.

Selain itu penyerangan tersebut juga diwarnai aksi lempar batu terhadap petugas keamanan dan puluhan massa pendukung salah satu calon yang kalah tersebut. 

Penyerangan yang berawal dari ribuan pendukung mendatangi KPU dengan membawa sejumlah spanduk dan bendera partai politik dan masuk untuk menerobos kedalam Kantor Pemilihan Umum (KPU) Tarakan. Sehingga suasana tidak dapat diantisipasi, Akhirnya, petugas keamanan menurunkan anti huru hara sejumlah Brimob Tarakan untuk melakukan pembubaran masa.

Namun, aksi pelemparan dan penyerangan pun tidak terhindarkan sehingga petugas harus menurunkan kendaraan Mobil Water Canon dan melakukan penyemprotan ke arah Massa, Akhinya massa pun berhasil diredam dan berhasil dibubarkan oleh petugas keamanan tersebut. (AD/ YN)