Rabu, 17 Januari 2018

Social Oriented, Topang Kontinuitas Program Toko Indonesia


Humas Provinsi Kaltara
MISI SOSIAL : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie (tengah) didampingi Dirut PTDI (Persero) Elfien Goentoro (kanan) kala meninjau pabrik pesawat terbang PTDI di Bandung, Jawa Barat, belum lama ini.

KOMANDOKALTARA.COM - SALAH satu ekspektasi besar yang diharapkan timbul dari keberadaan pesawat N-219 ‘Nurtanio’ kelak, adalah terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang relatif terjangkau. Juga untuk ‘membanjiri’ perbatasan dengan barang-barang buatan Indonesia.

HUMAS PROVINSI KALTARA
SEDIANYA ada tiga misi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) yang akan bergantung pada kontinuitas pelayanan pesawat Nurtanio saat beroperasional nanti. Yakni, misi pelayanan kesehatan, misi pelayanan kegiatan pemerintahan, dan misi angkutan logistik. Dengan kemampuan yang dimilikinya, N-219 dinilai sanggup merealisasikannya.

Bahkan, berdasarkan hasil pengembangan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI, N-219 yang dilengkapi Garmin G-1000 pada flight-deck-nya dapat diubahsuai dari fungsi awalnya sebagai transportasi penumpang dengan 19 kursi. “Pesawat ini bisa menampung 3 kontainer D2 atau berukuran 1.473 milimeter x 1.066,8 milimeter x 1.143 milimeter. Bisa juga dipakai untuk medical evacuation dengan 9 tandu pasien dan 2 paramedik. Di saat tertentu, juga dapat menjadi pesawat pengangkut tentara. Maksimal bisa menampung 24 tentara,” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Dari diskusi antara Pemprov Kaltara dengan PTDI, diketahui pula pesawat yang diperkuat twin engine, masing-masing berdaya maksimal 850 EHP ini akan memiliki kemampuan mendarat di atas air. “Informasi dari PTDI, pesawat ini akan ditambah fitur amfibi. Jadi, apabila harus menjelajahi wilayah yang sulit didarati karena landasan rusak atau lainnya, N-219 bisa didaratkan di air. Tapi ini masih dalam pengembangan,” ungkap Irianto.

Melihat keunggulan yang dimiliki, visi menunjukkan kehadiran pemerintah di perbatasan mampu terealisasi. “Saya juga menggagas Toko Indonesia di wilayah perbatasan, yang tahun ini sudah mulai pembangunannya melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kaltara. Visinya adalah menunjukkan kehadiran dan perhatian Pemerintah Indonesia, dalam hal ini melalui Pemprov Kaltara di perbatasan. Jadi, Toko Indonesia ini akan diwarnai Merah Putih gedungnya. Sedangkan, barang yang dijualnya, seluruhnya adalah produk Indonesia,” urai Irianto.

Di Toko Indonesia ini, seluruh barang dagangannya dijual dengan harga subsidi. “Nah, disinilah pentingnya pelayanan N-219 sebagai pemasok barang ke Toko Indonesia itu. Stabilitas harga dan kontinuitas pelayanan N-219 menjadi faktor penting dari keberhasilan visi ini. Tentu saja, Toko Indonesia itu juga harus dikelola oleh SDM (Sumber Daya Manusia) yang profesional dan berintegritas,” bebernya.

Penguatan posisi geopolitik, geoekonomi dan geostrategis Indonesia di wilayah perbatasan melalui pelayanan N-219 inilah yang harus dipahami bersama oleh seluruh masyarakat juga pihak yang berkepentingan. Lantaran hal tersebut, Gubernur memastikan untuk tahap awal layanan N-219 yang ditarget mulai beroperasi selambatnya akhir 2019 ini, berorientasi pada sisi sosial atau pelayanan masyarakat. 

“Saya sudah lihat sendiri kondisi masyarakat perbatasan yang sangat bergantung kepada Malaysia, dalam kehidupannya. Baik untuk kebutuhan pangan juga kesehatan. Dengan pelayanan N-219 untuk menopang program kegiatan seperti Toko Indonesia dan lainnya di perbatasan, ketergantungan terhadap Malaysia dapat diminimalisir bahkan dihilangkan,” jelas Irianto.(bersambung) (Humas / YN)