Sabtu, 03 Februari 2018

Ditarget April Mendatang, Perda Keselamatan Berlyar Akan Rampung

KOMANDOKALTARA.COM - TARAKAN - Ketua DPRD Kaltara,Marthen Sablon berserta dengan tim pantia khusus (Pansus)II DPRD kaltara  melakukan kunjungan ke tengkayu  1 SDF kota Tarakan(2/2018). Tujuan kunjungan ini sebagai agenda dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Keselamatan Berlayar yang saat ini sedang dalam pembahasan Pansus II DPRD Kalimantan Utara (Kaltara). 

Ketua Pansus II, Asnawi Arbain turut hadir dalam meninjau langsung kondisi kelayakan speedboat di Pelabuhan Tengkayu I, Jumat (2/1/2018) pagi sekira pukul 09.00 Wita. Asnawi Arbain mengatakan Raperda ini sudah kita bahas pada tahun 2015 lalu, jauh sebelum kejadian speed boat terbalik beberapa waktu lalu, rapeda ini diusulkan dan dibahas karena kita tau sendiri hampir 60% jalur penghubung kita menuju daerah yang ada di Kalimantan Utara ini menggunakan transportasi laut dan sungai" ungkapnya. 

"kalau sudah perda, jika ada speedboat yang baru dan ingin berlayar harus sesuai dan memenuhi standar. Untuk sistem pembelian tiket bisa dengan sistem online, seperti arada transportasi lainya, seperti peswat dan kerata api"tambah Ketua DPW PAN Kaltara.

Kita semua akan menerima masukan masyarakat terkait materi untuk penyusunan raperda keselamatan transportasi laut/sungai, dan keingin mereka apa. kita juga memiliki target 3 bulan kedepan ini perdanya sudah selsai, "terang asnawi

Leading sektor pembahasan Raperda adalah Dinas Perhubungan Kaltara. Setelah pembahasan rampung, Raperda akan dibawa ke publik untuk konsultasi.

“Dari kekurangan yang disampaikan oleh UPT Pelabuhan Tengkayu I kepada tim Pansus, akan kita bahas agar Perda yang dihasilkan bisa memenuhi aspek keselamatan. Dan yang menjadi catatan penting, salah satunya yaitu Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan dan fasilitas yang ada di pelabuhan,” ujar Asnawi.

Salah satu yang jadi perhatian saat tinjauan adalah kondisi kelayakan speedboat. “Harus ada pintu darurat di body speedboad dan kenyamanan juga jadi catatan. Seperti jarak kursi itu tidak terlalu dekat sehingga penumpang nyaman. 

Dalam kunjungan tim Pansus II,meberikan apresiasi salah satu armada speedboat yang sudah susai SOP dari bodyspeed yang lebar,pintu darurat dan kursi penumpang yang tidak sempit"tutupnya (Atr/YN)