Kamis, 12 April 2018

Penjaga Rutan ( rumah tahanan) Ini Ternyata Pengedar Sabu-sabu.


KOMANDOKALTARA.COM - APARAT kepolisian dari Polres Berau berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba. Kali ini, Saresnarkoba berhasil membekuk SR (57) yang diketahui bekerja sebagai pegawai Rumah Tahanan Kelas IIB di Tanjung Redeb.

SR diamankan polisi pada Selasa (10/4/2018) lalu, Tetapi kasus SR ini baru diungkap oleh Polres Berau pada Rabu (11/4/2018), dikarenankan kasusnya ini masih dalam masa penyelidikan.

Kapolres Berau mengungkapkan bahwa SR diamankan saat berada di kediamannya, lebih tepatnya di rumah dinas, di Jalan MurjanI II. Polisi juga mengamankan 31 paket Narkoba jenis sabu-sabu berukuran kecil dirumah dinas tersebut.

“Sabu-sabu itu disembunyikan di dalam bungkus rokok,” ungkap Tatok.

Polisi terus menelusuri seisi rumah SR, dan Polisi kembali mendapatkan dua paket sabu dari balik baju dinasnya.

"Total keseluruhan sabu yang kami dapatkan ada 33 paket, dengan total berat barang bukti sekitar 35 gram," tambahnya.

Penangkapan pegawai Rutan ini merupakan hasil pengembangan kasus yang menjerat SI (35), yang tak lain adalah anak SR sendiri. SI mengaku ikut membantu menjalankan tugas haram sang ayah menimbang dan mengemas paket sabu-sabu tersebut.

"Pelaku ini memang sudah lama masuk dalam target kami. Dari pengakuan mereka, bisnis ini sudah sudah dilakukan selama enam tahun, dengan sasaran pasar adalah tahanan Rutan itu sendiri," ungkapnya.

Polisi juga mengamankan barang bukti lain, di antaranya uang tunai senilai Rp 187.000.000 yang disimpan beberapa tempat berbeda.

Tatok mengungkapkan, uang yang diduga hasil penjualan barang haram tersebut disembunyikan pelaku di dalam tas, mesin cuci, dan ditumpukan pakaian. 

Kepala Rumah Tahanan (Karutan) kelas II B, Agus Dwi Drijanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian ini. Agus juga mengakui, pelaku merupakan pegawai Rutan yang mestinya pensiun bulan Agustus ini.

Dirinya pun merasa terkejut dengan pengungkapan kasus ini. Pasalnya, Agus mengaku kerap mengingatkan seluruh pegawai Rutan Klas IIB untuk menghindari transaksi narkoba, membantu warga binaan mendapat dan mengedarkan narkoba.

“Tapi mau bagaimana lagi, saya hanya bisa sebatas mengingatkan. Kalaupun dilanggar, risiko masing-masing,” tegasnya.

Soal sanksi yang akan diberikan, Agus mengatakan, tidak menutup kemungkinan SR akan dipecat. Bahkan, tunjangan pensiunnya terancam tidak dibayarkan jika diberhentikan secara tidak hormat.(yr/yn)