Kamis, 14 Juni 2018

Wakili Indonesia, Siswi Asal Kaltara Tampil di Ajang Internasional

WAKIL INDONESIA : Novita Aida Dahlia (dua dari kanan) bersama guru pendampingnya, Wetty Heri Murtiningrum (paling kanan) dan para wakil Indonesia pada ajang Genius Olympiad 2018 di Amerika Serikat.

KOMANDOKALTARA.COM - TANJUNG SELOR – Satu lagi pelajar dari Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berprestasi di ajang internasional. Setelah sebelumnya, Ari Pardomuan Manurung dan Henry Hoyono yang meraih medali emas di Rumania, kali ini siswi SMA Negeri 1 Tarakan lainnya, yaitu Novita Aida Dahlia yang sejak kemarin (13/6) sedang di Amerika Serikat, untuk mengikuti kejuaraan internasional Genius Olympiad 2018.

Menurut informasi dari Guru Pendampingnya, Wetty Heri Murtiningrum SPd, setibanya di Amerika Serikat tepatnya di Oswego, New York, Novita bersama para peserta lainnya mulai melakukan persiapan materi yang akan dilombakan. “Ini kami baru selesai pasang poster, besok kami lengkapi semua. Seperti menyiapkan bahan ekstrak anti rayapnya, brosur dan lainnya, sebelum dilakukan penjurian,” kata Wetty melalui pesan Whatsapp.

Dikatakan, dalam Genius Olympiad 2018 ini, Novita sebagai salah satu perwakilan Indonesia dalam Bidang Perlombaan Genius Olympiax ‘Kategori Science’. Dia akan berkompetisi bersama perwakilan 76 negara dari seluruh belahan dunia. “Dalam ajang Genius Olympiad ini ada 729 proyek terpilih dari 1.657 proyek yang dikirimkan oleh peserta dari berbagai negara di dunia.  Kegiatan ini diikuti oleh 1.200 peserta atau finalis beserta pengawas dari perwakilan masing-masing negara,” ungkapnya. 

Karya Novita yang akan dipertandingkan dalam ajang internasional itu, kata Wetty adalah sebuah hasil penelitian berjudul ‘Pengaruh Zat Ekstraktif Buah Perepat Bakau (Sonneratia alba Smith.) Sebagai Anti Rayap Alami Terhadap Rayap Tanah (Coptotermes curviganathus Holmgren)’.

Dalam proyek penelitiannya ini, Novita mengangkat kearifan lokal dari Provinsi Kaltara. Yaitu Buah Perepat Bakau, sebagai anti rayap alami yang ramah lingkungan. Perepat merupakan salah satu tanaman endemik lokal khas dari pesisir pantai di Tarakan, yang bisa menjadi solusi atas permasalahan keawetan kayu yang ada di Indonesia dan dunia.

Untuk diketahui, sebelum lolos ke tingkat internasonal, Novita merupakan pemenang Medali Perak dari ajang kompetisi nasional, Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2018 di Jakarta pada Februari 2018. “Dari Indonesia, Novita tidak sendiri. Ada beberapa siswa lainnya. Di antaranya ada dari SMA Negeri 3 Denpasar, Bali, kemudian dari SMA Semarang dan beberapa lainnya,” kata guru SMA Negeri 1 Tarakan itu.

Diterangkan, Olimpiade Genius Olympiad adalah sebuah ajang kompetisi ilmiah internasional yang bertujuan untuk mempromosikan pemahaman global tentang isu-isu lingkungan dan pencapaian keberlanjutan melalui ilmu dasar sains, seni, penulisan kreatif, teknik, desain, dan pengembangan bisnis.

Olimpiade Genius Olympiad juga memberikan tantangan dan peluang bagi siswa sekolah menengah di seluruh belahan dunia, untuk menanamkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan. “Sekaligus juga untuk mempromosikan dan berkontribusi lebih besar terhadap kelestarian lingkungan sepanjang hidup mereka,” imbuhnya.

Mendengar kabar ada siswi asal Kaltara yang memiliki prestasi kelas dunia itu, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengaku bangga dan sangat mengapresiasi. “Atas nama pribadi maupun pemerintah provinsi, kita memberikan penghargaan kepada Novita Aida Dahlia. Dia telah membawa nama harum Kaltara di dunia internasional. Ini juga membuktikan bahwa, anak-anak kita tidak kalah bersaing dengan siswa-siswi dari  daerah lain di Indonesia. Bahkan dengan siswa dari negara-negara maju sekalipun,” ungkap Irianto.

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengajak kepada semua masyarakat Kaltara untuk memberikan dukungan, baik moral maupun spiritual. “Mari kita sama-sama berdoa, semoga Ananda Novita ini bisa berhasil meraih juara di ajang tersebut,” ajaknya.

Gubernur menambahkan, seperti halnya kepada siswa lainnya yang memiliki prestasi gemilang, kepada Novita juga akan diberikan reward dari Pemprov Kaltara. “Kita akan berikan reward sebagai bentuk apresiasi kepada prestasi yang sudah diraihnya,” tutup Gubernur.(Humas / YN)