Rabu, 08 Mei 2019

Pantau Kebutuhan Pokok, Gubernur Blusukan ke Pasar

PANTAUAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI Tjahja Widayanti melakukan pemantauan langsung harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar Tarakan, Selasa (7/5).

KOMANDOKALTARA.COM - TARAKAN - Bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan RI Tjahja Widayanti, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie melakukan pemantauan langsung harga kebutuhan pokok di Pasar Gusher di Jl Gajahmada Tarakan, Selasa (7/5).

Dengan didampingi Wakil Walikota Tarakan, Effendhy Djuprianto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltara dan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Gubernur blusukan di pasar untuk bertemu dan berinteraksi langsung dengan para pedagang. Pantauan ini dilakukan untuk memastikan harga-harga di pasaran tetap stabil. 

Seperti diketahui, memasuki bulan Ramadan hingga menjelang hari raya Idul Fitri, biasanya ada kenaikan harga kebutuhan pokok. Hal ini terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat. “Alhamdulillah, dari pantauan kita tadi, secara umum harga masih stabil. Kalau pun ada yang naik, masih pada batas kewajaran. Seperti tadi kita tahu, harga daging ayam ras di Pasar Gusher sekitar Rp 38 ribu per kilogram. Kemudian bawang putih Rp 40.000 per kilogram. Ini masih cukup stabil,” ujar Irianto yang dijumpai usai melakukan inspeksi ke pasar.

Dikatakan, selain faktor meningkatnya permintaan pasar oleh masyarakat, naiknya harga juga disebabkan oleh biaya transportasi yang tinggi. Gubernur mengungkapkan, sebagian besar barang kebutuhan pokok di Kaltara berasal dari luar daerah. Seperti dari Jawa maupun Sulawesi. “Hal utama yang mempengaruhi harga adalah stok. Sekalipun permintaan banyak, kalau stok masih mencukupi maka harga akan tetap stabil. Untuk itu ketersediaan stok barang yang harus terus dijaga,” kata Gubernur. 

Lebih jauh Irianto mengatakan, untuk menjaga kestabilan harga, dikoordinir oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Provinsi Kaltara, bersama Disperindagkop Kabupaten/Kota akan rutin melakukan monitoring di lapangan hingga H-1 sebelum Idulfitri nanti. “Kita akan terus monitor, juga pengawasan. Selain Disperindagkop provinsi dan kabupaten/kota, dalam monitoring juga melibatkan instansi terkait lainnya. Termasuk dari jajaran kepolisian,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menghimbau kepada para pedagang, dan juga distributor untuk tidak menjual dengan harga yang jauh di atas ketentuan. Apabila nanti dari monitoring ditemukan ada pelanggaran, tegasnya, akan ada sanksi.

Selain memantau ke pasar, kemarin bersama dari Tim Kementerian Perdagangan dan Bulog juga meninjau ke Gudang Bulog Tarakan. Tinjauan ini untuk memastikan stop beras, gula dan minyak goreng yang ada di Bulog. “Alhamdulillah, sesuai laporan dan pantauan langsung tadi, stok kita masih mencukupi. Bahkan untuk beras, stok masih cukup untuk 3 bulan ke depan. Jadi masih aman,” imbuh Gubernur.

Sementara itu, masih berkaitan dengan harga dan stok kebutuhan pokok memasuki bulan Ramadan dan menjelang hari raya Idulfitri 1440 Hijriah, kemarin digelar Rapar Koordinasi (Rakor) stabilitas harga dan stok atau pasokan barang kebutuhan pokok di daerah menjelang puasa dan Idulfitri.

Rakor yang digelar di Hotel Lotus Pataya Tarakan ini, diikuti seluruh Disperindagkop se-Kaltara, para distributor dan pihak terkait lainnya. Kegiatan dibuka oleh Asisten II bidang ekonomi pembangunan H Syaiful Herman yang mewakili Gubernur. 

Dalam sambutannya, Syaiful mengatakan, rapat ini merupakan kegiatan rutinitas tiap tahun, yang mempertemukan pemerintah daerah, produsen dan juga distributor. Dengan tujuan, menyamakan langkah dan kesiapan instansi terkait dan pelaku usaha barang kebutuhan pokok, untuk menghindari terjadinya kekurangan stok, gangguan distribusi dan juga mengantisipasi adanya aksi spekulasi penimbunan barang. Utamanya dalam selama bulan Ramadgn dan menjelang hari raya Idulfitri 1440 hijriah nanti.

Pemerintah, kata Gubernur dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten II, telah menyiapkan empat langkah strategis dalam menyambut hari besar keagamaan nasional tahun ini. Termasuk salah satunya pada saat Ramadan dan menjelang Idulfitri.

Pertama, sebutnya, melalui penguatan regulasi. Yaitu dengan menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk sejumlah kebutuhan pokok, juga penataan dan pembinaan gudang dan perdagangan antar pulau.

Kedua melalui penatalaksanaan. Yakni dengan melakukan rapat koordinasi seperti yang dilaksanakan kemarin. Di mana pemerintah daerah melibatkan instansi terkait dan jug pelaku usaha. “Langkah strategis ketiga, melalui pemantauan dan pengawasan di pasar, maupun pada distributor. Hal ini untuk memastikan ketersediaan pasokan barang, stabilisasi harga, serta menjamin pendistribusian bahan pokok,” ujarnya. Sedang yang keempat, melalui upaya khusus, yakni penetrasi pasar ke pasar rakyat dan toko swalayan.(humas/YN)