Kamis, 20 Juni 2019

Pelatihan Kemasan Makanan dan Minuman Untuk Ekspor

Photo bersama Kadisprindagkop kaltara  setelahdan para peserta setelah pembukaan pelatihan kemasan makanan dan minuman untuk ekspor


KOMANDOKALTARA.COM - NUNUKAN - Guna meningkatkan daya saing di pasaran, baik nasional maupun internasional, Sekitar 30 orang pengusaha kecil dan menengah di kabupaten Nunukan, memperoleh pelatihan kemasan makanan dan minuman untuk ekspor, Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini dilaksanakan oleh Balai Besar Pendidikan Dan Pelatihan Eksport Indonesia Direktorat Jenderal Pengembangan Eksport Nasional Kementerian Perdagangan, bekerja sama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Utara, Di Hotel Fortuna Nunukan, Selasa 18/6/2019.

Pelatihan tersebut dihadiri langsung Kepala Dinas Disperindagkop dan UKM dan UKM Provinsi Kalimantann Utara Drs Hartono, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Sekretaris Perdagangan Kabupaten Nunukan (P. Harman), Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan (P. Yoseph), Panitia dari BPPEI, acara yang dibuka pada Selasa 18 Juni 2019 dan berakhir pada tanggal 20 Juni 2019.

Dalam sambutannya, Kadisprindagkop kaltara Hartono mengatakan, Tujuan diselenggarakannya pelatihan ini, adalah untuk membantu para pengrajin makanan dan minuman olahan dalam meningkatkan kualitas produk, agar mampu bersaing di pasar serta meningkatkan volume penjualan.

"Saya melihat, ada beberapa hal yang menyebabkan produk pengrajin home industri kurang mampu bersaing dipasaran, diantaranya soal pemasaran, kualitas,daya tahan produk, permodalan dan terutama soal kemasan, produk yang dijual di supermarket atau mall produknya hampir sama dengan produk UKM, tapi yang membuat menarik adalah kemasannya yang beragam," Jelas Hartono.

Hartono juga menguraikan, Kemasan merupakan elemen penting dalam mendongkrak kualitas produk dan pemasaran, karena menurutnya, konsumen membeli produk secara spontan karena melihat dari kemasannya,"Kalau kemasannya menarik tentunya konsumen menganggap bahwa, produk tersebut diolah melalui mekanisme yang sangat baik dan higienis,"Tutup Kadisperindagkop Kaltara ini.(YN)