Kamis, 23 Januari 2020

Dimulai Februari, Dokter Terbang Sasar Bulungan

DOKTER TERBANG : Kabid Yankes SDK, Dedy Prasetya Noor bersama dr Andy Kurniawan Sp. OG saat menjadi narasumber pada Reskal edisi ke-2 tahun 2020, Rabu (22/1).

KOMANDOKALTARA.COM - TANJUNG SELOR - Program dokter terbang 2020, dijadwalkan dimulai pada Februari mendatang. Tepatnya, seperti disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK) Dinas Kesehatan (Dinkes)  Provinsi Kaltara Dedy Prasetya Noor, dimulai di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan pada 5 hingga 7 Februari 2020. 

“Seperti pelayanan yang sudah dilakukan sebelumnya, jenis pelayanan yang diberikan yakni dokter spesialis anak, spesialis penyakit dalam dan spesialis kandungan,” ujar Dedy saat menjadi narasumber pada Respons Kaltara edisi ke-2 tahun 2020, Rabu (22/1).

Di Kecamatan Peso itu, lokasi kegiatan direncanakan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Long Bia. “Secara umum, jadwal tentatif untuk pelaksanaan dokter terbang pada Februari dan Maret 2020 sudah kami susun. Sasarannya, ada di Bulungan, Nunukan dan Malinau,” jelasnya.

Lebih jauh, Dedy meyakini bahwa pelaksanaan dokter terbang tahun ini dapat lebih baik dari sebelumnya. Ini berkaca pada pelaksanaannya tahun lalu, dimana animo masyarakat cukup tinggi. “Yang harus dipahami, dalam pemberian pelayanan, pasien digratiskan. Tanpa pungutan. Termasuk, obat yang diberikan,” urainya.

Diakui Dedy untuk pelaksanaan program dokter terbang tahun ini, tidak ada penambahan jumlah dokter spesialis. Sebab, program ini lebih mengedepankan pada unsur pengabdian para tenaga kesehatan ketimbang honor yang diberikan.

“Tim yang diturunkan nanti, hampir sama dengan tahun lalu. Namun dilengkapi dengan alat kesehatan yang cukup memadai. Seperti, Apps Based Ultrasound, Fetal Dopler SR-100 dan lainnya,” ungkapnya.

Selain Dedy, hadir pula pada Reskal kemarin, salah seorang tenaga kesehatan yang diterjunkan pada program dokter terbang. Yakni, dr Andy Kurniawan Sp. OG, dokter spesialis kandungan. 

“Yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program ini, hanya waktu dan jaraknya. Sebab, dalam waktu pelayanan sekitar 4 hari, kami harus melayani sekitar 300 orang per harinya. Bahkan, pelayanan dilakukan hingga dini hari, apabila masih ada pasien yang membutuhkan,”  jelasnya.

Pun demikian, dr Andy mengaku cukup banyak pengalaman menarik yang diperolehnya selama mengikuti program ini. “Masyarakat yang kami layani, selalu merasa senang. Dan, alhamdulillah selama pelayanan dilakukan, belum ada pasien yang mengeluh,” tuturnya.

Guna diketahui, pada tahun ini, program dokter terbang disokong dana sebesar Rp 3,5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltara 2020.(humas/YL)