Kamis, 20 Februari 2020

Kembali ke Kaltara, Mahasiswa Wuhan Ceritakan penyebaran Corona dan Observasi di Natuna

REKHA SUARA : Program Rekha Suara, Selasa (18/2) malam mengundang narasumber Mahasiswa Kaltara yang menempuh studi di Wuhan.

KOMANDOKALTARA.COM - TANJUNG SELOR - VIRUS Corona yang marak dibicarakan belakangan ini membuat mahasiswa Kalimantan Utara (Kaltara) yang sedang menempuh pendidikan di Kota Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) merasa khawatir. 

Adalah Ince Indira Sabrina Fatimah Ningsi dan Annisa Irba Widyasari, yang bercerita kondisi kota yang lumpuh akibat penyebaran virus Corona. Berikut ulasannya.

Amelia Gradis Taranita, Humas Kaltara

Melalui program Reka Suara di Radio Pelita FM, Selasa (18/2) malam, Indira (sapaan akrabnya) adalah salah satu mahasiswa kedokteran di Hubei University. Ia menuturkan, saat terjadi penyebaran virus Corona, seluruh transportasi umum seperti kereta, bus, di-lockdown. 

Ia bersama Annisa mengaku mulai panik, ketika pemerintah setempat menghentikan aktivitas luar ruangan. Hingga akhirnya, mereka mendengar kabar bahwa akan dipulangkan menuju Indonesia. Mendengar kabar akan dipulangkan ke tanah air, rasa senang pun menghampiri dia dengan Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya.

Hanya saja memang, dalam prosesnya tidak langsung dipulangkan. Berdasarkan informasi yang diterima melalui media cetak, pemerintah pusat memutuskan untuk diobservasi lebih dulu warga Indonesia dijemput dari Wuhan. Keputusannya, observasi dilakukan di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau selama 14 hari.

“Pemulangan tersebut melalui proses pengumpulan data dari organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT), lalu dikumpulkan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), yang kemudian mengupayakan kepulangan para mahasiswa,”kata Indira ketika menjawab pertanya oleh Host Rekha Suara, Reki Jumadi.

Selama di Natuna, Indira mengaku mendapatkan pengalaman berkesan selama menjalani observasi. Dengan gestur penuh semangat, dia bersama temannya menepis pendapat sebagian orang, bahwa mereka diisolasi. “Alhamdulillah, difasilitasi dengan baik seperti makan yang sehat dan vitamin,”jelasnya. “Ada yang bilang kami diisolasi, padahal tidak. Semua kebutuhan kami dijamin pemerintah,”timpal Annisa.

Pada akhir perbincangan, mereka mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie serta Ibu Gubernur Hj Rita Ratina, serta seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) pemerintah provinsi (Pemprov) Kaltara yang telah membantu proses kepulangan mereka seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perhubungan (Dishub), Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), dll.

Mereka juga mengungkapkan rasa bangga akan kemajuan Provinsi Kaltara yang cukup pesat, dan berharap setelah lulus kuliah dapat turut memajukan wilayah Kaltara ini. (humas/YL)