Jumat, 17 April 2020

Kegiatan Sertifikasi di Kaltara Dilakukan Secara Online

Kepala DPUPR-Perkim Provinsi Kaltara Sunardi

KOMANDOKALTARA.COM - TANJUNG SELOR - Di tengah pandemi corona Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim), tetap melaksanakan kegiatan sertifikasi tenaga ahli bidang konstruksi. Namun pelaksanaannya berbeda dengan sebelumnya, kali ini dilakukan secara daring atau online. Walaupun ditegah pandemi covid-19, Pemprov tetap melaksanakan kegiatan sertifikasi. 

Ini sebagai bentuk keseriusan Pemprov untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi lokal yang ada di Kaltara, ujar Kepala DPUPR-Perkim Provinsi Kaltara Sunardi didampingi oleh Kepala Bidang (Kabid) Jasa Konstruksi Denny Yusdianto, Kamis (16/4).

Sunardi menyebutkan, ada beberapa klasifikasi kegiatan sertifikasi nantinya. Meliputi bidang Arsitektur, Sipil, Makenikal, Elektrikal, Tata Lingkungan, dan Manajemen Pelaksanaan.

Teknisnya, sertifikasi nantinya dilakukan secara tatap muka daring/online menggunakan aplikasi Bluejeans yang bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional. Nantinya persesi maksimal 25 orang per 1 kelas/bidang, ungkapnya.

Sementara Kabid Jasa Konstruksi Denny Yusdianto menambahkan, hingga saat ini sebanyak 40 orang yang telah mendaftar sebagai peserta dalam kegiatan sertifikasi tenaga ahli bidang konstruksi secara online. Untuk itu, bagi masyarakat yang ingin mendaftar atau ikut dalam uji sertifkasi ini, silahkan mendaftar link yang sudah disiapkan oleh Pemprov Kaltara melalui DPUPR-Perkim Provinsi Kaltara, disini: bit.ly/PendaftaranSKAkaltara.

Penting tenaga kerja konstruksi tersertifikasi, sejalan dengan Amanat Undang-Undang (UU) No.2 Tahun 2017, tentang Jasa Kontruksi. Di mana, pada era persaingan global yang tinggi seperti sekarang, tenaga kerja lokal harus siap bersaing dengan tenaga kerja asing. Salah satunya dengan cara memiliki sertifikat keahlian atau biasa disebut SKA.

Lewat program ini, sejak awal dilaksanakan pada tahun 2016, hingga saat ini sudah 2.046 tenaga kontruksi lokal di Kaltara tersertifikasi. Atau telah memiliki Sertifkat Keahlian (SKA) maupun Sertifkat Keterampilan (SKT). (humas/YL)