Senin, 15 Juni 2020

Alumni Agribisnis Perlu Mengubah Mindset

SAPA PETANI-PENYULUH : Gubernur Kaltara menyerahkan sertifikat kepada perwakilan peserta workshop online Pengembangan Teknologi Hasil Pertanian DPKP Kaltara, Jumat (12/6). 

KOMANDOKALTARA.COM - TANJUNG SELOR - Sebagai narasumber, pada Silaturahmi Jurusan Agribisnis 2020 yang digelar Sabtu (13/6) pagi, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menekankan akan pentingnya perubahan mindset dari setiap alumni Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Mulawarman Samarinda.

“Setelah 38 tahun lulus dari Unmul, saya melihat ada kemajuan yang pesat dalam kelulusan mahasiswa. Namun terpenting bagi kita semua mengubah mindset akan segala hal. Ini sulit dilakukan, karena perubahan pergaulan terkini, dimana banyak orang berpendidikan yang bersikap tidak produktif, disinformasi, mengkonsumsi berita bohong dan lainnya,” kata Gubernur.

Irianto juga menyinggung soal rendahnya peran fakultas dalam menggiring alumni agribisnis untuk meraih kesuksesan. “Peran dari fakultas hanya mengantarkan saja. Lebih banyak peran dari diri sendiri, juga peran organisasi baik dari dalam maupun luar universitas. 

Untuk itu, para alumni harus melakukan upaya mandiri dalam meraih sukses dalam kehidupannya. Namun, patut diketahui juga bahwa alumni agribisnis termasuk pertanian memiliki spirit yang bagus dalam kehidupannya,” urai Irianto.

Pun demikian, Gubernur berharap para alumni agribisnis mampu menekuni usaha pertanian. “Harapan saya sebagai alumni, fakultas dan jurusan dapat mengelola agar alumni kita kedepan dapat menekuni usaha pertanian. Untuk itu, kurikulum perlu revitalisasi dan aktualisasi serta mengarah kepada usaha aplikatif,” papar Gubernur.

Terkait hal ini, Irianto berharap pihak fakultas mampu menghadirkan pola perkuliahan yang beda. Caranya dengan menghadirkan tokoh-tokoh yang berperan dalam dunia pertanian, termasuk agribisnis. 

Selanjutnya, selain mengubah mindset, Gubernur juga mengingatkan pentingnya para alumni membina komunikasi dan networking. “Selain itu, alumni, jurusan dan fakultas harus dapat meyakinkan bahwa agribisnis dapat berperan apa bagi pembangunan daerah,” beber Gubernur.

Terakhir, Irianto menyarankan agar dibangun kurikulum yang membangun mindset, semangat kewirausahaan, dan adanya pelatihan langsung bagi mahasiswa dengan sharing dari pelaku usaha pertanian moderen di Indonesia. 

MENTAN AKAN BERKUNJUNG KE KALTARA
Gubernur memberi arahan pada workshop online Pengembangan Teknologi Hasil Pertanian yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kaltara, Sekaligus serangkai dengan agenda Kementerian Pertanian Sapa Petani dan Penyuluh, Jumat (12/6). 

Ia memberi arahan kepada Penyuluh Pertanian dari sejumlah daerah di Tanah Air melalui video telekonferensi. Agenda virtual ini juga disaksikan Kepala Balai Pengembangan Penyuluhan dan SDM Kementan RI. Prof Dr Ir. Dedi Nursyamsi.

Gubernur mengatakan, bahwa persoalan pertanian di Tanah Air, banyak fokus pada promosi dan menggemborkan potensi. Menurutnya, justru yang terpenting adalah potensi itu harus menjadi kekuatan ekonomi yang nyata bagi daerah dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Oleh karena itu, perlu investasi baik oleh pemerintah maupun swasta. Seperti di Kaltara, masih belum banyak hasil pertanian yang bisa diekspor atau menjadi produk nasional karena masih dikelola secara tradisional,” sebutnya. 

Untuk itu, Gubernur mengusulkan jajaran Kementerian Pertanian dan Balai Pengembangan Penyuluhan dan SDM tadi agar lebih mendorong upaya-upaya pemanfaatan potensi sesuai karakteristik daerah. Semisal di Kaltara, beragam jenis buah-buahan dan bahan pangan lainnya yang tidak ada di daerah lain. 

Gubernur menyatakan sudah janjian dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. “Beliau akan berkunjung ke Kaltara dalam waktu dekat. Beliau masih fokus di wilayah Papua sementara ini. 

Mudah-mudahan nanti dengan datangnya beliau yang juga seorang sahabat lama saya itu bisa membawa hal-hal baik demi kemajuan sektor pertanian di Kaltara. Paling tidak akan mendorong APBN lebih banyak masuk ke Kaltara. Saya akan berusaha untuk meyakinkan beliau,” ujarnya. 

Ia mengatakan, pertanian perlu didorong karena sektor ini yang akan terus menjadi masa depan manusia dan masa depan dunia sampai hari kiamat.  Ia memberi apresiasi kepada seluruh Penyuluh Pertanian di Kaltara yang telah bekerja keras membina petani. Ia juga mengajak mereka untuk tidak hanya terfokus pada tugas rutin sebagai penyuluh. 

Tetapi menggunakan kesempatan profesi penyuluh agar bisa memberi manfaat besar bagi petani dan masyarakat pedesaan yang pada akhirnya bisa memberi manfaat bagi keluarga dan diri penyuluh sendiri. “Bangun inovasi baru, kreatif, sekaligus berfikir out of the box. Jangan berpikir rutin saja. Buat terobosan. Tentu harus banyak bergaul, menggali informasi, bangun jejaring,” ujarnya.(humas/YL)