Rabu, 03 Juni 2020

Triwulan I 2020, Investasi Terealisasi Capai Rp 519,8 Miliar

//GRAFIS\\

KOMANDOKALTARA.COM - TANJUNG SELOR - Realisasi investasi triwulan I 2020 di Kalimantan Utara (Kaltara), sesuai catatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, untuk tahapan konstruksi maupun produksi mencapai Rp 519.883.360.000.

Rincinya, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 287.692.000.000, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 232.191.360.000. Dimana, total proyek terdata sebanyak 67 proyek. Pencapaian realisasi investasi priode tahun 2020 triwulan I ini, bersumber dari perhitungan laporan Kegiatan Penanaman Modal secara Online (LKPM),”  

kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Kaltara, Faisal Syabaruddin, baru-baru ini.

Dipaparkannya, berdasarkan sektor usaha, realisasi PMDN triwulan I 2020 menunjukkan subsektor tanaman pangan, perkebunan dan perternakan mencapai Rp 241,5 miliar. Kontribusinya terhadap realisasi investasi seluruh sektor usaha sebesar 84 persen. Disusul industri makanan berada di urutan kedua, dengan kontribusi sebesar Rp 31,9 miliar atau 11 persen. 

Sementara jika berdasarkan sektor usaha realisasi, investasi dari PMA triwulan I 2020, menunjukkan subsektor tamanan pangan, perkebunan dan perternakan yang tertinggi yakni sebesar Rp 143,3 miliar atau bekontribusi terhadap realisasi investasi seluruh sektor usaha sebesar 62 persen. Disusul subsektor listrik, gas dan air berada di urutan kedua, dengan kontributor sebesar Rp 54,7 miliar atau 24 persen.

Guna diketahui, di Kaltara, capaian realisasi triwulan I 2018 sebesar Rp 487.594.058.968. Lalu pada triwulan I 2019 mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 363 persen. Namun pada triwulan I 2020 terjadi penurunan sebesar 341 persen dari nilai realisasi tahun sebelumnya dengan periode yang sama (triwulan I).

“Secara global realisasi investasi PMDN dan PMA di Kaltara ditentukan targetnya oleh BKPM dan RPJMD. Untuk BKPM, sesuai dengan Perka BKPM No. 9/2018 pencapaiannya ditargetkan Rp 8,086 triliun, sementara untuk RPJMD 2020 di target Rp 7,120 triliun,” jelasnya.

Dalam situasi seperti saat ini, tentu berdampak pada nilai investasi tahun ini. Sehingga dalam penentuan target realisasi investasi, baik dari BKPM maupun pada RPJMD 2020 perlu ditinjau ulang.

“Selain terdampak Covid-19, faktor lain penyebab belum maksimalnya angka realisasi investasi di Kaltara karena masih terdapat perusahaan yang belum menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM),” tutupnya.(humas/YL)