Rabu, 02 September 2020

SP 2020, Kaltara Raih Respons Rate tertinggi di Kalimantan


SUKSESKAN SP 2020
: Kepala BPS Kaltara, Eko Marsoro bersama Kepala Disdukcapil Kaltara, Sanusi menjadi narasumber Respons Kaltara, Selasa (1/9).

KOMANDOKALTARA.COM - TANJUNG SELOR - Sejak dilaksanakannya Sensus Penduduk (SP) Online 2020, Provinsi Kalimantan Utara mendapatkan respons rate tertinggi di Kalimantan. Dengan kata lain, masyarakat Kaltara banyak yang menginput data kependudukan via online melalui SP 2020.

Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Utara, Eko Marsoro tidak menyangka bahwa antusias masyarakat Kaltara terhadap SP Online 2020 begitu tinggi. Hal ini, kata dia, juga tidak terlepas dari sejumlah faktor meliputi, infrastruktur digital yang memadai sehingga memudahkan masyarakat untuk mengakses SP online 2020. “Kita sangat surprise sekali, yang mendaftar via online melebihi target kita. Awalnya kita menargetkan hanya 14 persen dari jumlah penduduk, tetapi yang mendaftar lebih dari 25 persen,” kata Eko Marsoro dalam Respons Kaltara, Selasa (1/9).

Dikatakannya, program sensus penduduk merupakan agenda 10 tahunan. Yang bertujuan mendata kembali jumlah penduduk yang ada di Indonesia. Pasalnya, tidak semua penduduk disiplin melaporkan dinamika kependudukannya. Sehingga melalui sensus penduduk akurasi jumlah penduduk dapat diketahui. “Tahun ini kita menggelarnya secara online, metode konvensional juga tetap kita laksanakan dan kita mulai pada bulan September ini. Kita harapkan warga mau bekerjsama, ketika petugas kita datang ke rumah-rumah. Sudah ada ciri-cirinya, jika tidak sesuai dengan ciri-ciri yang sudah disosialisasikan, tolak saja,” jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sanusi menyebut, pemerintah menganggap sensus penduduk begitu penting. Apalagi sebagai daerah yang masih belia, Pemprov Kaltara memiliki peran yang cukup besar untuk menyukseskan SP 2020. “Karena itu, Dukcapil perlu melakukan sinergi dengan BPS Kaltara, agar akurasi jumlah penduduk dapat kita ketahui melalui 1 data,” jelasnya.

Selain itu, untuk menunjang identitas kependudukan khususnya di perbatasan dan pedalaman, Disdukcapil Kaltara menggulirkan program Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan di Wilayah Perbatasan dan Pedalaman (Sipelandukilat). Di mana melalui program ini, petugas layanan Dukcapil melakukan jemput bola guna melakukan perekaman identitas kependudukan yang ada di perbatasan maupun pedalaman.

Sanusi juga mengimbau kepada masyarakat agar mau bekerjasama jika ada petugas sensus yang datang ke rumah masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menyukseskan jalannya program yang digelar secara nasional tersebut.(humas / YN)