Rabu, 14 Oktober 2020

Hasil Akhir Seleksi CPNS Bakal Diumumkan 30 Oktober


PERSIAPAN
: Kepala BKD Provinsi Kaltara, Burhanuddin saat mengikuti Rakor Persiapan Integrasi Hasil SKD-SKB CPNS Tahun 2019 secara virtual, kemarin (13/10).

KOMANDOKALTARA.COM - TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Integrasi Hasil SKD-SKB CPNS Tahun 2019, yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui video conference, di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kaltara, Gedung Gabungan Dinas (Gadis), Selasa (13/10). Peserta rakor adalah perwakilan dari BKD dan BKPSDM Provinsi maupun Kabupaten/ Kota se-Indonesia.

Dikatakan kepala BKD Kaltara, Burhanuddin bahwa pelaksanaan tahapan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi tahun 2019 masih terus berjalan, meski sempat tertunda karena pandemi Covid-19. “Saat ini sendiri proses yang sedang dilakukan yaitu pengolahan hasil SKD dan SKB hingga 18 Oktober nanti. Dimana artinya saat ini Panselnas (Panitia Seleksi Nasional) sedang mengolah seluruh hasil tersebut, kemudian akan dilanjutkan dengan rekonsiliasi (pencocokan) hasil integrasi SKD dan SKB antara data dari Panselnas dengan dari instansi yang dijadwalkan pada 19 hingga 23 Oktober 2020,” katanya.

Selanjutnya, hasil akhir seleksi yang telah melalui tahap rekonsiliasi akan disampaikan kepada instansi penyelenggara rekrutmen CPNS formasi tahun 2019, pada 26 hingga 28 Oktober 2020. Lalu, diumumkan kepada publik pada 30 Oktober 2020.

“Nama-nama hasil seleksi final tersebut selanjutnya akan diajukan dalam usul penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) yang prosesnya dijadwalkan akan berlangsung pada 1 hingga 30 November 2020,” tuturnya.

Selain itu, materi yang dibahas dalam rakor tersebut antara lain terkait evaluasi pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS formasi tahun 2019, kebijakan penetapan NIP CPNS, serta integrasi pengolahan hasil SKD dan SKB CPNS formasi tahun 2019 dan pengisian formasi jabatan yang kosong. Materi tersebut dipaparkan oleh Deputi Mutasi, Plt Deputi SDM Aparatur, serta Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN.(humas / YN)